Pendidikan anti korupsi melalui tradisi matiti suara di Pura Batur Desa Pakraman Batur Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli
Gunada, I.B.; Putra, Ida Bagus Rai; Ardika, I Wayan; Rupa, I Wayan; Gelgel, I Putu; Rudita, I Wayan; Budiartha, Kadek; Sukadia, I Wayan
Masalah korupsi yang sedang menyandera bangsa ini, harus dicarikan jalan keluar, sesulit dan seberliku apapun medannya, harus ditempuh dan selalu diusahan. Artinya kita harus cepat dan cerdas memotong mata rantainya. Salah satunya jalan yang baik adalah balik ke citra tradisi luhur bangsa, yang telah terbukti menjadi pekerti mulia dan pembentuk karakter moralitas bangsa pada zamannya. Nilai-nilai pendidikan anti korupsi yang tumbuh dan lama melekat pada tradisi milik suku bangsa ini harus diangkat untuk dipelajari dan diapresiasi sebagai warisan luhur bangsa. Karena maksud dan tujuan inilah penelitian ini mengangkat tradisi Matiti Suara di Desa Pakraman Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ini. Tradisi Matiti Suara di Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali adalah tradisi yang sejak berabad-abad mendidik warga Desa Pakraman Batur, Kintamani agar bcrdedikasi mulia, berperilaku tulus dan ikhlas dalam mengabdikan diri untuk kedamaian dan kesejahteraan lahir batin masyarakat banyak di desanya. Tradisi Matiti Suara ini berkaitan erat dengan rangkaian upacara Ngusaba Kadasa (seputar bulan April) yang dilakukan setiap setahun sekali oleh masyarakat Desa Pakraman Batur di Pura Kahyangan Jagat Pura Batur, Kintamani, Bangli.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Badung
- Tahun
- 2012
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-02T08:04:41Z